Arti Kata Goblok, Tercipta kata Goblok, dan Mengapa harus Goblok?
Pertama - tama selamat tahun baru 2026, yang dimana tahun kemarin sudah selesai, sudah rusak kertasnya sekarang kita sudah mendapatkan kertas yang baru dan membuka lembaran baru yaitu tahun 2026, awal tahun yang indah yang akan kita lewati ditahun ini hingga akhir tahun 2026, seakan - akan waktu dari awal hingga akhir secepat kilat.
Awal tahun ini saya menulis artikel berjudul "Arti Kata Goblok, Tercipta kata Goblok, dan Mengapa harus Goblok?" perkataan ini sangat laris manis dan ringan sekali diucapkan oleh mulut - mulut yang cantik dan tampan, saking mudahnya mulut anak kecil juga sering banget ngucapin kata - kata ini dimana pun dia mau, ya karena saya juga nulis ini karena saya juga "Goblok" jadi gak papa, saya menulis ini karena lagi semangat mumpung tahun baru.
Arti Kata Goblok, Tercipta kata Goblok, dan Mengapa harus Goblok?
Pengertian Goblok
Kata goblok adalah salah satu kata yang cukup sering terdengar dalam percakapan sehari-hari di Indonesia. Secara umum, goblok digunakan untuk menyebut seseorang yang dianggap tidak pintar, tidak berpikir panjang, atau melakukan tindakan yang dinilai konyol. Karena itu, kata ini masuk ke dalam kategori kata kasar atau umpatan.
Namun, dalam praktiknya, makna goblok sangat bergantung pada konteks. Di saat emosi memuncak, kata ini bisa menjadi bentuk kemarahan dan penghinaan yang menyakitkan. Tapi di sisi lain, dalam lingkaran pertemanan yang akrab, goblok kadang dipakai sebagai candaan santai, tanpa niat merendahkan. Misalnya saat teman melakukan kesalahan kecil, lalu ditertawakan bersama.
Meski begitu, penting untuk tetap berhati-hati. Tidak semua orang nyaman dengan kata ini, dan salah ucap bisa bikin hubungan jadi renggang. Dalam komunikasi yang lebih sehat, ada baiknya memilih kata yang lebih sopan agar pesan tetap tersampaikan tanpa melukai perasaan orang lain.
Mengapa Harus Goblok, Kenapa Tidak yang Lain?
Kata goblok sering muncul begitu saja saat emosi naik, mulut panas, dan kepala sudah penuh. Entah kenapa, kata ini terasa “pas” untuk meluapkan rasa kesal. Padahal kalau dipikir-pikir, kenapa harus goblok? Kenapa bukan kata lain yang lebih halus atau setidaknya lebih aman?
Jawabannya sederhana: karena goblok itu pendek, keras, dan langsung kena. Dalam satu kata, emosi bisa keluar tanpa perlu penjelasan panjang. Otak manusia cenderung memilih kata yang paling cepat mewakili perasaan saat itu. Jadi bukan karena kata ini paling benar, tapi karena paling praktis.
Masalahnya, praktis belum tentu bijak. Kata goblok sering kali tidak menyelesaikan masalah, malah memperlebar jarak. Yang satu merasa lega karena sudah meluapkan emosi, yang satu lagi merasa direndahkan. Akhirnya, pesan utamanya hilang, yang tersisa cuma sakit hati.
Padahal, ada banyak pilihan kata lain yang bisa menyampaikan maksud tanpa harus menjatuhkan. Misalnya dengan bilang “itu kurang dipikirkan” atau “kayaknya bisa lebih baik”. Memang tidak selega memaki, tapi jauh lebih dewasa.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi “kenapa harus goblok?”, tapi perlu nggak sih kita pakai kata itu? Kadang menahan satu kata bisa menyelamatkan banyak hal.

Posting Komentar